Kebutuhan Ambulance Meningkat Selama Covid-19, DFSK Ubah Super Cab Jadi Ambulance Karoserian

AMBULANCE DSFK. Memenuhi kebutuhan mobil medis yang semakin meningkat.

 

Bisa dimaklumi, selama pandemi Covid-19 sejak awal tahun, ketersediaan peralatan medis termasuk ambulance sangat diperlukan. Bahkan, kebutuhan ambulance ini terus meningkat dan diperkirakan naik hingga 20 persen, dari rata-rata per tahun yang sekitar 3000 unit. DFSK pun menawarkan varian Super Cab yang sudah dimodifikasi versi ambulance oleh karoseri rujukan.

 

 

Ambulance ini menggunakan basis dua varian andalan DFSK, yakni Super Cab 1.3T bermesin diesel dan 1.5L bermesin bensin. Versi diesel turbocharge bisa mengeluarkan daya 75PS dan torsi 190Nm, sementara versi bensin bertenaga 105PS dan torsi 140Nm. Jadi, konsumen bisa memilih dua basis mesin ini, yang mana Ambulance ini berdimensi panjang totalnya 3,5 meter, dengan panjang kabin 2,3 meter, lebar 1,75 meter dan tinggai 1,55 meter. 

 

PERLENGKAPAN MEDIS. Bisa disesuaikan, baik untuk ambulance biasa atau plus.

 

Pengerjaan ambulance DFSK Super Cab ini, DFSK menunjuk rekanan yakni PT Ambulance Pintar Indonesia (API), yang punya spesialisasi pembuatan armada kesehatan sejak 2011, dan sudah tersertifikasi.  Pengerjaan satu unit ambulance bisa selesai dalam waktu 45 hari kerja, yang mana DFSK sudah mengirimkan 36 unit sesuai permintaan konsumen.

 

KABIN & DASHBOARD. Lega.

 

“Harga ambulance ini juga relative, sesuai perlengkapan medis di dalamnya. Bisa ambulance biasa, atau ambulance plus yang komplit. Yang pasti, bisa dipesan di seluruh jaringan DFSK, dan untuk pembelian di daerah, pengerjaan tetap dilakukan di karoseri PT. API,” tukas Billy Lau, Area Sales Manager PT Sokonindo Automobile, apm DFSK di Indonesia.

 

Ambulance DFSK Super Cab memang dirancang sesuai kebutuhan, namun sudah berstandar sebagai kendaraan ambulance. Tentu saja, fitur-fiturnya sesuai standar, baik untuk sisi eksterior ataupun interior. Di bagian luar misalnya, sudah dilengkapi lampu LED light bar oval, sirene dan mic, lampu sorot belakang model spot light. Ada stiker ambulance, plat stainless steel pelindung bumper belakang. Sampai kaca film 60-80 persen untuk memberikan privasi penumpang di dalam.

 

 

BASIS MESIN. Bisa menggunakan DFSK 1.3 diesel atau 1.5 bensin.

 

Tersedia pula ranjang pasien berikut rel untuk memudahkan keluar masuk ke mobil. Lalu terpasang lampu periksa, tempat duduk perawat dengan box peralatan, gantungan infus model geser, oksigen BSS system. Tak lupa sekat pemisah antara pengemudi dengan kabin pasien. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan mobilitas pasien COVID-19. Unit menyediakan stretcher isolator, aman bagi pasien dan tenaga medis dalam bertugas.

 

 

 

 

 

Naskah/foto : masdon/istimewa