selamat datang di ototrend.com
edisi 377
 
minggu ke-1 Juli 2008
OTO MATIC
                   

YAMAHA MIO '07 BANDUNG
Forza For Parahyangan Low Rider

Creative bin edun. Emang tepat disandangkan ke karya anyar yang ditelurkan barudhak Bandung ini. Mio yang imut-imut, mereka sulap jadi bak skutik Forza nan gambot ala skutikers Jepang. Mirip plek …….sek !.

 

 

KAKI-KAKI
Tentu kawasan ini yang paling awal disatroni. Dimelarin dengan menyodok kaki belakang sampai 55 sentimeter. Caranya cukup dengan memberi tambahan braket buat mounting swing arm yang menyatu dengan mesin.
“Dimelarin sampai sepanjang itu agar dimensinya sesuai dengan low rider ala skutikers Jepang,” beber mereka.

Biar berkesain makin gambot, roda belakang juga digawangi pengaspal super lebar punya mobil monoblok 14” lebar 6” dibalut Toyo Proxes II berukuran 195/45-14”. Roda belakang ini juga terpaksa dilengkapi pengereman handal, memakai disc brake Kawak Ninja dijepit kaliper Kitaco double piston.

Buat konstruksi depan, juga memakai pelek yang sama 14” tapi lebarnya cukup 4”. “Biar manuver belok-beloknya tak kelewat berat,” tunjuk mereka.
Bannya, punya skutik berlabel Deli Tire berukuran 120/70-14”.

SUSPENSI
Karena bergaya low rider, saat stand bye, kaki-kakinya ambles. Tapi saat dikendarai kudu dinaikkan dikit biar tak ngegasruk aspal. So, suspensi yang ideal haruslah bertype air suspension yang bisa menaik-turunkan posisi sokbreker memakai tekanan udara.

“Kita rancang dan buat sendiri,” yakin Regi diangguki Anom. Tekanan udara itu didapat dari kompresor berkekuatan 0,5 PK. Anginnya, disimpan di tabung berkapasitas 3 liter sebelum disemprotkan ke sokbreker bermediakan selang high pressure.

BODY WORK
Nah, sekarang tinggal baju-bajunya. Mereka-pun menggandeng Yanto Fiber Shop yang ahli di bidang ini. Pertama, tentu benah-benah rangka, terutama membuatkan braket-braket anyar buat baju baru yang bonsgor dan berat itu.

“Karena rangka ori kurang kuat, kamipun membuatkan rangka baru berbahan pipa berdiameter 3 dim,” kali ini Anom yang memapar.
Setelah rangka baru rampung, barulah baju-baju gres mulai dibuatkan berbahan adonan resin – katalis bertulang mett alias fiberglass. Saat jadi, keseluruhan motor ini jadi memiliki panjang total 2,5 meter.

Dua jempol. Karena dada montok ala Forza-nya skutikers Jepang itu nyaris mirip. “Kami emang jiplak dengan cukup melihat-lihat gambar yang ada, terutama di ototrend dan otomodify,” kali ini Yanto Fiber membuka kartu.
Soal head lamp, mereka memanfaatkan yang sudah ada di pasaran. Misalnya, punya Nouvo Z dan sein dari Supra X. Sedangkan stop lampnya nyomot milik Kawak Kaze dengan pemanis sein Jupie MX.

AUDIO
Biar ideal sebagai skutik VIP, so pasti piranti entertainment haruslah ada. Makanya IBE (In Bike Entertaiment) ikutan diusung. Kawasan backbone jadi sesak dijejali perangkat audio video berkonfigurasi LCD Nissan Serena. Buat lagu cukup ngandalain player Ipod 80 giga didukung satu set speaker dan subwoofer Metalik yang diotaki ampli Venom serta Parametrx.

Biar akinya nggak tekor, setrumnya dicatu capasitor bank Mass Engineering.Spek Modif:
Pelek dpn : monoblok 4”, Pelek Blk : monoblok 6”, Sok dpn blk : Air Suspension, Cakram : Ninja, Ban dpn : Deli Tire, Ban blk : Toyo Proxes, Body: full fiber custom, Rangka : Custom, Lampu dpn : Nouvo Z, Stoplamp : Kaze, Modifikator : @2m, Jl. Banteng 44 Buah Batu-Bandung (022-91690246)


 

 

 

 

© 2002 ototrend.com ototrend® is a registered trademark
and the ototrend logo are trademarks of pt media oto indonesia, jawa pos