|

Memandang
Ninja yang satu ini nggak bosan-bosan rasanya. Pasalnya, Budi
Berkat yang buka bengkel di Kreo, Ciledug memasang perangkat limbah
rapi, sampai sulit untuk mengenali tampang Ninja-nya. Proses
pengerjaanya juga singkat, cuman 4 hari Ninja sudah berubah jadi
Cagiva Mito-125, bilang Budi.
Sayang
tuh head lamp maunya pake Mito-125 susah banget mendapatkannya.
Hingga terpaksa pakai Ninja, imbuh pria ramah ini. Keseluruhan
perangkat pengganti bodi Ninja diambil dari Mito-125, terurai
dari tangki, delta box, jok, serta side cover.
Pemasangannya
nggak secuil pun rangka yang dipotong. Malahan biar kedudukan
cover yang menerima beban lebih kuat, saya bikin dudukan sendiri
dari plat 2,2 mm, beber Budi.
Kaki-kaki
juga ciamik, sokbreker teleskopik depan diganti up side down milik
Mito-125 cc, lengkap dengan segitiga atas bawahnya. Sedang bearing
komstirnya dikanibal dari as roda Toyota Kijang Super. Sama halnya
dengan lengan ayun belakang, juga dipakai dari Mito-125.
Biar
roda belakang tetap simetris di tengah, kanan kiri sisi dalam
lengan ayun saya tambahkan bushing 15 mm untuk bagian sisi kanan
dan 7 mm untuk bagian kirinya, terang Rudi gamblang.
Monosok
Kawak Serpico cocok untuk menopang swing arm tanpa sistem unitrack.
Paling sangar perangkat ciet, kaliper depan dipasang 4 piston
menjepit cakram dengan lingkar diameter 42 cm. Begitu juga dengan
kaliper belakang dengan 2 piston mendekap cakram 18 cm.
Penggerus aspal bagian depan dari Dunlop ukuran 110/70-17, sedang
belakang juga Dunlop 150/60-17. Berpasangan dengan velg orsi Mito-125.
::pid/r@din
|