selamat datang di ototrend.com
edisi 159
 
minggu ke-1 April 2004
Otomanca
                   

KAWASAKI NINJA ‘00
Kaki ninja ditebas cagiva

Memandang Ninja yang satu ini nggak bosan-bosan rasanya. Pasalnya, Budi Berkat yang buka bengkel di Kreo, Ciledug memasang perangkat limbah rapi.

 

Memandang Ninja yang satu ini nggak bosan-bosan rasanya. Pasalnya, Budi Berkat yang buka bengkel di Kreo, Ciledug memasang perangkat limbah rapi, sampai sulit untuk mengenali tampang Ninja-nya. “Proses pengerjaanya juga singkat, cuman 4 hari Ninja sudah berubah jadi Cagiva Mito-125,” bilang Budi.

“Sayang tuh head lamp maunya pake Mito-125 susah banget mendapatkannya. Hingga terpaksa pakai Ninja,” imbuh pria ramah ini. Keseluruhan perangkat pengganti bodi Ninja diambil dari Mito-125, terurai dari tangki, delta box, jok, serta side cover.

Pemasangannya nggak secuil pun rangka yang dipotong. “Malahan biar kedudukan cover yang menerima beban lebih kuat, saya bikin dudukan sendiri dari plat 2,2 mm,” beber Budi.

Kaki-kaki juga ciamik, sokbreker teleskopik depan diganti up side down milik Mito-125 cc, lengkap dengan segitiga atas bawahnya. Sedang bearing komstirnya dikanibal dari as roda Toyota Kijang Super. Sama halnya dengan lengan ayun belakang, juga dipakai dari Mito-125.

“Biar roda belakang tetap simetris di tengah, kanan kiri sisi dalam lengan ayun saya tambahkan bushing 15 mm untuk bagian sisi kanan dan 7 mm untuk bagian kirinya,“ terang Rudi gamblang.

Monosok Kawak Serpico cocok untuk menopang swing arm tanpa sistem unitrack. Paling sangar perangkat ciet, kaliper depan dipasang 4 piston menjepit cakram dengan lingkar diameter 42 cm. Begitu juga dengan kaliper belakang dengan 2 piston mendekap cakram 18 cm.
Penggerus aspal bagian depan dari Dunlop ukuran 110/70-17, sedang belakang juga Dunlop 150/60-17. Berpasangan dengan velg orsi Mito-125.

::pid/r@din


YAMAHA RX-KING ’97
Panis nunggang raja

Gaya yang dianut Petrus adalah resik dengan sedikit sentuhan cat bergrafis minim.

Gaya yang dianut Petrus adalah resik dengan sedikit sentuhan cat bergrafis minim. Pengecatan diserahkan pada Olan Design dengan motif mobil F-1 Panasonic yang biasanya ditunggangi Olivier Panis.

Bahan cat dipakai dari Sikkens, sedang clear biar kuat melindungi cat dipakai dari merk Blinken. Banyaknya bidang dari logam, epoxy wajib dipakai, guna melindungi permukaan yang nggak rata.
Merambat ke belakang, pembungkus jok diserahkan Sulaiman Design, yang mengais rejeki di Kreo, Ciledug, Tangerang. Motif pembungkus joknya kevlar, yang lagi ngetrend.

Berlanjut memodifikasi kaki-kaki. Sokbreker teleskopik depan, sokbreker belakang, swing arm dari Supertrack, serta calter kanan kiri di krom. Termasuk dengan pedal rem, tuas persneling dan standar tengah turut di krom di Cahaya Berlian, daerah Joglo, Jakarta Selatan.

“Pingin nggak terlihat kuno dan kaku, head lamp depan gue pakai New RX-King, yang sedikit oval,” tunjuk Petrus. Kian sporty setelah stang kemudi dipakai Kawasaki Ninja, distabilkan stabilizer Kitaco. Guna memudahkan kontrol putaran mesin dipakainya odometer dari Yamaha RX-Z.
Telapak kaki resik, permukaan pelek Enkei 140-17 untuk depan dan 160-17 buat belakang dicelup krom. Dijepit dengan ban Yoko ukuran 80/90-17 untuk depan belakang.

:: pid/r@din


 

 

© 2002 ototrend.com ototrend® is a registered trademark
and the ototrend logo are trademarks of pt media oto indonesia, jawa pos