Monday, Apr 21st

Last update:06:41:13 AM GMT

You are here: OTORACE BALAP LOKAL Catatan Fenomena Dragbike Thailand: SASIS TAK BOLEH DILUBANGI

iklan ototrend edisi

Catatan Fenomena Dragbike Thailand: SASIS TAK BOLEH DILUBANGI

User Rating: / 19
PoorBest 
Catatan Fenomena Dragbike Thailand: SASIS TAK BOLEH DILUBANGI

Banyak hal yang perlu kita pelajari bersama menyangkut kualitas penyelenggaraan even dragbike di tanah air. Terlebih dalam dua tahun belakangan, kuantitas hajatan menjadi lebih padat. Tidak hanya di Pulau Jawa, juga luar Jawa. So, perlu adanya koreksi dan evaluasi.

Dalam konteks ini, Thailand bisa menjadi parameter atau alat ukur. Tidak bisa dipungkiri, di sana dragbike lebih dahulu berkembang dan berlangsung konsisten alias tidak timbul-tenggelam seperti yang pernah kita alami sebelumnya.

Anyway, catatan fenomena di bawah ini dapat menjadi pelajaran untuk lebih baik dalam mengelola dragbike Indonesia. Satu hal utama yang menjadi pe-er penting ialah membuat sirkuit yang permanen dan betul-betul safety. Ketika otre hadir dalam TDR Racing Dragbike 2010 pada pertengahan Desember lalu (12/12), terbukti Thailand memiliki lintasan di wilayah Tepnakong yang sangat memadai.

Panjangnya sekitar 1 km, jadi bisa untuk menu 201 ataupun 402 meter. Lebar keseluruhan sekitar 20 meter dimana hadir pembatas tembok penonton. Alhasil, sangat aman hingga tidak akan bermasalah dengan jarak pengereman, juga keamanan penonton dan petarung terjamin dikarenakan lebar sirkuit yang begitu memadai.

“Ini khusus buat drag, bisa motor ataupun mobil. Bisa juga untuk keperluan riset. Di Thailand tidak hanya ini saja, masih ada di beberapa tempat lainnya. Jadi iklimnya sangat kondusif. Berbeda dengan negara kita yang kadang memaksakan sirkuit hingga kadang membahayakan,“ terang Teddy Tanuwidjaya dari Mitra 2000 yang mengikut sertakan tim TDR Racing Indonesia dalam pagelaran tersebut.

“Makin spesial, kualitas aspal juga sangat mendukung. Termasuk penambahan lapisan kompon ban di area start untuk menghindari kondisi spin ban yang berbahaya. Serta dihadirkannya display cukup besar untuk catatan waktu tiap dragbiker di tengah sirkuit,“ tutur Eko Chodox yang ikutan juga bertarung dan masuk di podium juara keempat dengan waktu terbaik 7,3 detik dalam lintasan 201 meter.

Tidak hanya sampai di sini, di Thailand yang notabene menggunakan kinerja reaction-time dalam sistem penghitungan waktu, tidak memperkenankan membolongi frame atau rangka, baik di matik, bebek maupun sport. Tentu saja, unsur safety sangat diperhatikan di sini. Perlu dicatat, di Indonesia menjadi hal yang sangat lazim karena dipercaya dapat mengurangi bobot.

Anyway, seharusnya memang tidak diperbolehkan membolongi sasis sebagai langkah antisipasi sebelum terjadi insiden yang so pasti tidak dinginkan. Di samping itu, para starter begitu disiplin memasuki tempat penimbangan sebelum melakukan start.

“Di sini kita memang terbiasa teratur karena bisa terkena sanksi tegas tidak boleh start,“ tegas Tanawat Thongmee, joki asal tim Smart Sport IRC yang punya catatan waktu 6,882 detik lewat kudapacu Yamaha Fino.  | ogy

 

MATIC SUPER OPEN KELAS PRIMADONA

Trend dramatik yang makin mewabah di Indonesia tidak lain bersumber dari Thailand. Bahkan, sebagian besar pacuan di tanah air yang memiliki best-time sekitar 7 hingga 7,3 detik adalah impor dari sana. Catatan otre, memang kategori matik diplot paling bergengsi di Thailand, utamanya kelas Matic Super Open. Secara umum, aturan mainnya diperbolehkan dengan cc bebas, hanya saja batasan diameter piston 69 mm.

Fakta di lapangan, dominan kapasitas silinder Matic Super Open berada di bawah 350 cc. Demikian berdasar pada logika handling yang semakin sulit saat silinder semakin besar dari kecenderungan tersebut. Maklum saja, berat motor sangat ringan setelah dijejali sasis titanium.

“Biasanya saat start hingga putaran menengah, power motor sulit dijinakkan,“ tutur Mr. Pop Taladnoi, penasehat tehnik tim TDR Racing Indonesia asal Thailand yang mengaplikasi stroke 87,9 mm dan diameter piston 66 mm pada Yamaha Fino.

Alasan logis, kenapa Matic Super Open diklaim paling berkualitas. Selain masalah starter yang paling digemari, juga catatan fantastis waktu tempuh yang bisa menembus angka 6,6 detik untuk jarak 201 meter  dan 10,7 detik untuk lintasan 402 meter. Seperti yang pernah diukir pasukan K-Sport Part G.T Racing.

Tentu saja, torehan waktu tadi belum pernah ada di Indonesia (FFA Matik s/d 400 cc), termasuk dalam FFA 2 Tak s/d 250 cc. Soal kelas lain di dragbike Thailand ada juga Matik Body Standar s/d 200 cc, Bebek Tune Up 125 cc yang didominasi Honda Nova Dash, Sport Tune Up 150 cc yang identik dengan Honda NSR SP, FFA Open yang mengadu mesin 2 Tak dan 4 Tak dan lain-lain. | ogy

REGULASI LIMIT BERAT KUDABESI & JOKI

Pada sisi lain, regulasi dragbike Thailand sehubungan bobot tubuh pengendara dan pacuan dipatok dalam limit tertentu. “Jadi ada batas minimalnya. Mirip dengan balapan road race di tanah air,“ tutur Bambang Pamungkas, owner tim Harmony Monster Skutik Solo yang juga ikut berangkat saat TDR Racing Dragbike Thailand pertengahan Desember lalu bersama mekaniknya, Ismail dan dragster Stephanus Nawir.

Hanya saja, saat bicara balap karapan Indonesia tidak diperlakukan norma tersebut tadi. Tim-tim kita berlomba mencari joki yang paling ringan dibawah 40 kg hingga berefek lebih menguntungkan. Anyway, secara teori Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB), memang berat sangat berpengaruh signifikan terhadap output kecepatan yang diraih.

Lebih jelasnya menyangkut regulasi berat dragbike negeri Gajah Putih, maka untuk kelas matik minimal 95 kg, sedang sport hingga 125 kg. Alhasil, ketika kurang memenuhi syarat, akan ditambahkan besi pemberat pada sasis dan setiap akan melakukan start harus ditimbang dahulu. So, terbukti lebih kompetitif dan tinggal mengadu setting mesin dan keberanian petarung memainkan RPM.  | ogy

Artikel Terkait !
LA LIGHTS ROAD RACE 13 SOREANG BANDUNG
BALAP malam hari, identik disebut nite-race menjadi trend dan gengsi tersendiri di wilayah Jawa Bara
KYT FDR MOTORPRIX 2013 SENTUL BOGOR : MP1 DRAMATIS
Race akhir kelas MP1 (125 cc) begitu menegangkan dan dramatis. Maklum saja, memperebutkan alias pene
IRC IIM’13 LAMPUNG :HUSQVARNA JUARA NASIONAL?
Fenomena menarik berlangsung tahun ini dalam perjalanan Kejurnas Motokros yang dipastikan tinggal me
PRIMAX ROAD RACE OPEN CHAMPIONSHIP ‘13 PONOROGO
HANDYCAP sirkuit berkorelasi erat dengan langkah meningkatkan skill balap. So, jangan dengan model i
TDR RACING INTERNATIONAL DRAGBIKE CHAMPIONSHIP ‘13
Perkembangan populasi kudabesi transmisi otomatis, identik disebut matik memang semakin menunjukkan

Comments  

 
0 #1 Petrus Kay 2011-07-20 10:44
dragbike di indonesia suka berubah jadwal'nya, seperti di sentul kemarin yang menurut jadwal jatuh dibulan juli tanggal 22-23 tau tau maju sebulan jadi tanggal 24-25 juni, akhirnya nggak bisa ikut karena baru tau satu hari sebelum'nya. Berharap sih kalau udah bikin jadwal jangan diubah2 lagi.
Quote
 

Add comment

BICARALAH! sebelum bicara itu dilarang.
TERIMAKASIH bila komentar-pertanyaan disampaikan secara BAIK dan TEPAT.


Security code
Refresh