Tuesday, Sep 30th

Last update:10:14:00 PM GMT

You are here: OTOTEKNIK TIPS Servis Ringan Kawasaki D-Tracker 150: BIKIN PERFORMANYA RADA MENINGKAT

iklan ototrend edisi

BEST KNALPOT

Servis Ringan Kawasaki D-Tracker 150: BIKIN PERFORMANYA RADA MENINGKAT

User Rating: / 12
PoorBest 
Servis Ringan Kawasaki D-Tracker 150: BIKIN PERFORMANYA RADA MENINGKAT

Pada varian trail nya Kawasaki memiliki 2 jagoan untuk kelas menengah ; KLX-150 dan D-Tracker 150. Keduanya memiliki model sama, baik bodi dan rangka nya. Hanya saja diameter roda nya mengalami perbedaan. KLX-150 menganut ring 17’ dan 16’, sedang D-Tracker pakai ring 14’-14’. Tentu saja hal ini juga menyebabkan perbedaan di beberapa part penunjang performa mesin untuk menyelaraskan dengan pemakaian ring 14’ nya. Ya bisa jadi durasi noken as atau daleman karbu nya.

Bagaimana sih cara menservisnya untuk mendongkrak performa mesin pada level harian ? Ikuti saja penjelasan Didik Hunter mekanik nya Kawasaki PT. Surapitha Unitrans di kawasan Jemursari, Surabaya.

Paling ringan dan mudah adalah bersih-bersih filter udara. Cukup membuka fender buritan dan lanjutkan membuka casing box filter. Setelah itu lepas mur penahan filter busa model silinder itu. “Saat membersihkannya, cukup bilas dengan bensin sampai bersih. Kemudian dengan angina bertekanan atau kompresor,” terang Didik.

Lanjut lebih ke dalam, yakni clearance stelan katup. Porsi clearance katup D-Tracker agak nyleneh, lain dari yang lain. Baca baik-baik ya. Setelah memposisikan top piston dengan kondisi kedua katup (in-ex) dalam keadaan bebas (kendor).

Sekarang ke langkah penyetelannya. Untuk katup masuk diwajibkan distel hingga 0,05 mm, sedang katup buang nya disarankan untuk distel pada clearance 0,1 mm lebih kendor. “Trik ini ditujukan agar power band atau nafas mesin di setiap gigi transmisi nya tak pendek-pendek,” terang Didik.

Lebih kendor nya katup buang, diperuntukkan agar saat on road dapat mencapai top speed hingga 110 Km/jam lebih. Kompensasi nya saat stasioner, suara mesin agak kasar atau mirip dengan rantai camrat yang sudah kendor.  “Tapi kalau panas juga halus sendiri, ”kata Didik.

Perawatan berkala lain, yakni peninjauan filter oli. Ini nih sip nya Kawasaki, selalu diback up oleh filter oli, sehingga memastikan sirkulasi oli mesin bersih dan hal ini tetap dipertahankan hingga produk D-Tracker. Pengecekan berkala nya, lakukan setiap 20 ribu atau 2 kali penggantian oli mesin. “Bila perlu ganti filter oli, ketika pori nya sudah pekat atau mengeras efek panas dan sesak nya pori filter oleh arang deposit, ”saran Didik.

Beralih ke permasalahan pemakaian ukuran roda. Ukuran velg dan ban ring 14’-14’, memang sih kesannya agak gimana gitu. Banyak juga D-Tracker mania berinisiatif untuk mengganti velg dan ban ring 17 dan tromol tetap pakai orsinya. Permasalah lagi-lagi ke power band, agar tak pendek-pendek final gear mesti diseting ulang.

“Dari standar nya 14-41, jadikan menjadi 14-38 atau 14-39, ”yakin Didik. Memang sih ukuran gir ini tak ada dipasaran dan mesti nyamperin speed shop. Kemudian bawa ke bengkel bubut, untuk melubangi bagian tengah nya seperti lubang tengah gir KLX orsinya. “Serta tambahkan lubang baut sebagai dudukannya. Kalau kesulitan, bisa ngemal gir orsi nya, ”urai Didik ngetips. | pid  

KETERANGAN: Gir 38, 39 : Rp. 175 ribu , Bubut gir & bor : Rp. 25 ribu

 

Comments  

 
0 #3 awan 2013-09-27 01:49
klo ban ganti ring 17" trus gear ganti dari standar nya 14-41, jadikan menjadi 14-38 atau 14-39 apa gak tambah berat
Quote
 
 
-1 #2 Taufik sholeh mr 2011-12-28 01:35
mohon informasi ,no telp atau email.budi hanz tarakan ,,sehubungan mau modif klx D tracker
Quote
 
 
+1 #1 andrey 2011-03-21 14:34
:-) bagai mana biin vario tehcno N pa ja yang harus di ganti
Quote
 

Add comment

BICARALAH! sebelum bicara itu dilarang.
TERIMAKASIH bila komentar-pertanyaan disampaikan secara BAIK dan TEPAT.


Security code
Refresh