Thursday, Oct 30th

Last update:08:48:29 PM GMT

You are here: OTOTEKNIK TUNEUP Honda Blade & Absolute Revo Surabaya: PINDAH BOBOT MAGNET & APLIKASI PISTON VARIO

iklan ototrend edisi

BEST KNALPOT

Honda Blade & Absolute Revo Surabaya: PINDAH BOBOT MAGNET & APLIKASI PISTON VARIO

User Rating: / 38
PoorBest 
Honda Blade & Absolute Revo Surabaya: PINDAH BOBOT MAGNET & APLIKASI PISTON VARIO

Blade dan Absolute Revo yang memiliki basis mesin sama itu termasuk hebat, belum sampai 2 tahun meramaikan dunia road race. Rival beratnya kini pun ditekuk lutut, tapi belum sampai lempar handuk.

Memang ngeri melihat persaingannya, sebab pertarungan Blade atau Absolute Revo dengan rivalnya tak seimbang.

Belum lama diriset mekanik, sudah mesti bersusah payah melawan rival beratnya yang ber-jam terbang tinggi dan memiliki varian jenis korekan yang top. Tapi tetap saja Blade dan Absolute Revo berjaya.

Khususnya di kelas pemula bebek 4 tak, dimana kelas ini mempertarungkan basis mesin bawaan pabrik. Macam Absolute Revo pacuan Gery dan Blade tunggangan Tomy Salim dari tim Honda Jatim Blitar Tata Indah Motor yang dimanageri oleh Edi Prayitno.

Apa saja sih korekan yang diaplikasi Houce sang tuner, sehingga mampu menghantarkan menjadi jawara kelas pemula mulai MP3, MP4, MP5, MP6 di level kejurda ? pid

Noken dan klep
Mulai dari desain noken as dirancang tak terlalu extreme untuk Blade dan Absolute Revo, durasi nokennya 265 derajat pada pengoperasi katup masuk dan buangnya. Disini memang disengaja untuk mendapatkan angka over lap yang sempit, dimana power bisa dikail lebih besar tapi akselerasi dikorbankan sedikit berat.

Ditunjang pemakaian pegas katup Akutakagawa, dengan profil pegas lebih gemuk dan renggang. Untuk menertibkan buka tutup katup orsi yang sudah besar in (27 mm) dan ex(23 mm).

Kompresi dan karbu
Sedang untuk perbandingan kompresi ruang bakar, Houce menakarnya dengan perbandingan 12,5 : 1. Itu juga berkat pertimbangan kelangkaan avgas hijau yang memiliki angka RON 130 dan sekarang memakai avgas kelir biru, dimana RON lebih rendah berkisar 105. Dari faktor ini pemakaian piston Vario (51, 45 mm) lebih bertahan lama atau 4 race.

Disuplai oleh Mikuni 24 mm untuk Blade pacuan Tomy, dengan komposisi main jet 140 dan pilot jet 32,5, dengan pertimbangan bobot Tomy yang lebih berat. Komposisi daleman karbunya ada efek peningkatan torsi yang didapat.

“Sedang Absolute Revo pacuan Gery, saya pasang Keihin 24 mm. Bobot Gery yang lebih ringan, lebih tepat dengan pemakaian main jet 11 0 dan pilot jet 48. Untuk memungkinkan respon karbu digasingan bawah lebih responsif," beber Houce.

Kopling
Sektor kalter kopling, pada fly wheel gigi primer disokong dengan bobot 450 gram, dengan dimensi berdiameter 95 mm dan tebalnya 50 mm. Kemudian untuk rumah kopling pakai Honda Karisma, dengan perangkat kampas kopling 4 lembar dan plat kopling 3 lembar, berlaku di Blade dan Absolute Revo. Khusus pegas koplingnya diaplikasi produk Daytona yang dikenal lebih tahan lama dalam pemakaiannya.

Magnet
Nah bagian magnet hasil rancang desain terbaru, dengan pola DC tanpa spul. Jadi, sisi dalam magnet dan tepi bagian atasnya dibubut, begitu juga dengan dudukan balancer double starter dibubut habis, hingga menyisahkan bobot 650 gram.

"Kontruksi desain magnet yang cenderung bebannya pindah di tengah ini untuk memindah bobot magnet, dimanfaatkan meminimalisir gaya sentripetal magnet yang acap menyebabkan daun as kruk oleng," terang Houce mengutip keterangan Sugeng.

Jujur Houce mengakui, basis korekan mesin Blade dan Absolute Revo banyak didapat dari Sugeng tuner Sumber Motor, Tuban yang lebih dulu mengorek Honda.

Pengapian
Perangkat pengapian dipercayakan pada produk BRT I-Max Remote. Dengan setingan 28 derajat di 2500 rpm dan 30 derajat saat 12.000 rpm. Konsep setingan ini difokuskan untuk mendongkrak gasingan menengah Blade dan Absolute Revo.

"Sebab minimnya pemakaian part racing, beban torsi mesin mesti ditunjang out put pengapian yang tepat pula. Agar munculnya rpm sebanding dengan torsi mesin," yakin Houce.

Asesoris
Perangkat asesonya, pada stang kemudi memakai milik Yamaha RZ-R. Untuk pacuan Gery dengan postur lebih pendek ditambahkan dengan raiser produk Nagoya dengan tinggi 3 cm. Dan pacuan Tomy Salim memakai raiser AHRS dengan tinggi 5 cm, sesuai dengan postur badannya yang lebih tinggi, untuk memantapkan ergonomi dalam keperluan balap.   

Spek korekan Blade & Absolute Revo
Karbu : Mikuni 24 mm & Keihin 24 mm, CDI: BRT I-Max; Knalpot : Handmade; Pegas katup : Akutagawa; Magnet: 650 gram; Fly wheel gigi primer     : 450 gram; Final gear : 13-42 & 13-39; Piston: Honda Vario (51, 45 mm)

 

Comments  

 
0 #3 Ryan_J 2014-02-09 08:09
Mw nanya nih punya saya absolute revo tapi knapa ya waktu perpindahan gigi dari 2ke3 rasanya berat n ngisinya agag lamban padahal house kopling, peer punya kharisma n kampas kopling juga ori punya kharisma permasalahnnya d apanya ya saya mohon bantuannya n karbunya saya ganti PE
Quote
 
 
-2 #2 jay 2010-11-04 14:53
kalo absolute revo waktu tarikan awal agak brebet ntu kenapa iak??? tapi kuk kalo di daerah dingin saja kalo di perkotaan yg panas endak ntu.. ada yg bisa bantu??? :lol:
Quote
 
 
+1 #1 reggy 2010-09-15 00:37
mas saya mw tnya modif motor saya ( absolute revo )
bagus nya di apain ya ;-)
makasih.... :lol: :-)
Quote
 

Add comment

BICARALAH! sebelum bicara itu dilarang.
TERIMAKASIH bila komentar-pertanyaan disampaikan secara BAIK dan TEPAT.


Security code
Refresh