Monday, Nov 24th

Last update:11:54:00 AM GMT

You are here: OTOTEKNIK GUIDES Suzuki Smash ‘02-05: MULAI BUTUH PERAWATAN?

iklan ototrend edisi

BEST KNALPOT

Suzuki Smash ‘02-05: MULAI BUTUH PERAWATAN?

User Rating: / 16
PoorBest 
Suzuki Smash ‘02-05: MULAI BUTUH PERAWATAN?

Hemm tak terasa Smash (FD 110 XC) hadir dipasaran sudah menjajaki masa 7 tahun. Kental banget kalau motor ini yang menjadi perputaran laba pabrikan Suzuki, sekaligus dijadikan predator di kelas bebek. Sebab, pelan tapi pasti, bebek yang memiliki tag line si gesit irit ini mengalami perubahan skala minor change dan face lift hingga dress up. Dengan demikian segmeen pasar yang ditempati Smash lebih luas, umur 15 tahun hingga 40 tahun pun pas dengan Smash.

Coba ikuti perkembangannya, di 2003 awal di produksi masih menggunakan rangka model mono frame yang dikenal ringan, dengan bagasi minim 3,1 liter serta karbu Mikuni 17 mm. Dan model demikian ini dipertahankan hingga 2004. Dan di 2005, knalpot mengalami perkembangan model mega phone semi sport.

Desain knalpot ini diyakini milik Suzuki Best 125 (Shogun 125 versi Thailand), seperti yang terpampang di buku catalog service Suzuki Shogun 125 pertama kali muncul di 03.

Baru di 06, mulai diluncurkan New Smash (FK 110) dengan desain bodi lebih futuristik dan lebih ramping. Sektor penerangan juga berubah, dengan keberadaan sein di tengah front cover, terpisah dengan head lamp. Begitu juga dengan speedometernya, memiliki fitur mewah.

Rangka mengalami rombakan frontal, kombinasi main frame dan double frame, mirip dengan Shogun 125  sehingga lebih kokoh dan stabil. Dan bagasi menjadi 8,0 liter. Doping tenaganya juga baru, berganti Mikuni 18 mm, dilengkapi Transient Enrichment System (TES). Dan evolusi New Smash ini masih menetap hingga sekarang. Dan di 2010 ini rumornya Smash akan mengalami evolusi lagi dengan julukan Smash Titan atau Smash Revo.

Dengan ilustrasi evolusi Smash, minimal pemilik Smash awal di 03 bisa memiliki inspirasi untuk meremajakan tampilan Smash menjadi New Smash. Terlepas dari tampilan bodi, apa saja yang perlu diperhatikan kala sudah menginjak 7 tahun ? ikuti saja penuturan Ari Sumarsono koordinator service Suzuki PT. IJMG, Surabaya dan Houce tuner yang biasa menangani Smash, di kawasan Manyar Sambongan, Surabaya. 

Main jet-pilot jet
Selisih 1 mm, karbu Smash lama 17 mm (diameter skep-throtle valve) dan New Smash 18 mm. Ada yang perlu ditinjau ulang, yakni sektor daleman karbu nya. Smash lama main jet 92,5 bisa diganti main jet New Smash menjadi 95.

Begitu juga dengan pilot jet dari 12,5 menjadi 15. Cara ini diyakini paling praktis untuk meningkatkan performa Smash lama, agar lebih bertenaga di top speed dan serasa seperti menunggang New Smash agar kembali betah memacunya.

Dan komposisi daleman karbu ini diyakini mampu menstabilkan suhu mesin, bagi penyuka touring. Sebab, komposisi main jet dan pilot jet nya kategori setingan basah.

Noken as & Rocker Arm
Dalam 7 tahun dipastikan perangkat ini sudah mengalami penyimpangan dalam tinggi puncak noken as. Biasa yang terjadi gesekan yang tak rata disertai baret kedalaman 0,5 mm pada permukaan noken as. Ada yang menarik pada spesifikasi antara Smash dan New Smash.

Lifter noken as Smash lama (5,9 mm – in dan 5,7 – ex) dan lifter noken as New Smash (6,1 mm – in dan 5,8 mm- ex). Disini makin memperjelas perolehan tenaga New Smash di gasingan menengah hingga top speed pasti lebih bagus.

So, buat pemilik Smash lama bisa mengaplikasikan noken as New Smash. Dalam penggantian noken as, sertai dengan penggantian pegas katup yang baru.

Mengingat, makin tingginya lifter noken as dipastikan membutuhkan tegangan pegas katup yang lebih kenyal pula. Periksa juga permukaan tapak temlarnya, khususnya saat mulai menginjak 60 ribu Km atau 5 tahun. Sebab, dibagian itu acap timbul coakan bekas gesekan dengan noken as.   

Ujung tangkai katup penyok
Masih di seputaran silinder cop, awas kalau sampai terlalu lama atau lebih 4 tahun tak membongkar silinder cop untuk keperluan bersih-bersih kerak dan skir katup . Sebab, ujung tangkai katup yang biasa ditekan baut stelan katup (tapet) acap mengalami penyok lalu melebar seperti paku.

Kemudian waktu pembongkaran katup jadi susah dikeluarkan dari rumahnya (bushing). Tak ada trik lain kecuali mengikir sekeliling ujung tangkai katup untuk mengeluarkannya. Penyebabnya, terlalu lamanya clearance stelan katup dibiarkan kendor. Sehingga frekwensi pukulan baut stelan katup ke ujung tangkai katup makin sering terjadi.

Mangkuk kopling ganda
Sisi bagian dalam nya aus beralur mengikuti bekas tapak kampas sentrifugal, wajar terjadi pada bebek. Sebab, perangkat ini yang selalu aktif dalam mekanis bebek bersintrifugal non kopling manual. Dengan demikian, bawaan saat awal start membutuhkan bukaan handgrip lebih lebar.

Kondisi seperti ini bukaan skep karbu jadi lebar, sehingga sedikit debit gas segar yang mubazir tak dimanfaatkan buat jalan. Dan hal ini yang menyebabkan jadi boros. Kalau merasa pada Smash anda seperti ini, lakukan pemeriksaan pada mangkuk sentrifugalnya. Kalau benar sudah aus, lakukan penggantian. Biasa terjadi disetiap 60 ribu Km atau usia 5 tahun keatas. 

Decit lengan ayun
Suara cit…cit..ini biasa timbul ketika motor didorong dinaiki kondisi mesin mati, seperti saat melewati pos atau masuk gang. Hal ini akibat dari minimnya perawatan, apalagi sektor ini tak masuk dalam menu tune up. Sehingga makin jarang pula bagian ini terjamah oleh vet.

Penting bagi pemilik Smash yang belum 7 tahun, untuk memasukkan item ini saat service tune up. Agar, bushing lengan ayun tetap tak bersuara. Selain itu juga untuk memperpanjang umur bushing lengan ayun agar tetap stabil dalam pemakaiannya.  

Bracket stop lamp putus
Biasa terjadi pada Smash lama ketika terlalu sering mengalami kejutan di jalan yang berlubang. Dan kejadian ini tak pandang umur. Sebab, bracket stop lamp langsung nyambung dengan bodi. Alhasil, dudukan stop lamp jadi kurang ajeg. Kalau sudah putus tak perlu ganti baru, mending ditrik saja biar lebih awet.

Caranya sediakan plat berukuran 15 cm x 7 cm dengan ketebalan 2 mm, kemudian lekuk sampai berbentuk L. Kemudian lubangi 10 mm sebanyak 4 bagian di setiap pojok plat, sesuai dengan lebar posisi baut pada stop lamp. Dua lubang ini nantinya manfaatkan sebagai dudukan stop lamp dan dua lubang lain jadikan pengait pada sub frame belakang. 

Kabel speedometer terkelupas
Nah biasa terjadi pada kabel speedometer yang dekat dengan ujung rumah gir speedometer. Problem ini bukannya disebabkan dari kerusakan, tapi lebih dikarenakan umur menjelang 5 tahun. Meskipun sudah diberi pelumas rutin, tapi tetap saja usia kabel pelindungnya tak bisa tahan.

Sebab kabel speedometer Smash terlalu panjang dan pada titik itu rawan tertekuk berulang-ulang. Sehingga di bagian ini rawan terkelupas dan mengundang debu masuk ke dalam kabel. Murah penggantiannya, cuman Rp. 13 ribu.

Cek daleman sok depan
Masih di seputaran kaki depan, dalam usia 7 tahun lakukan pemeriksaan daleman sok depan. Terkait dengan masalah mekanis hidrolisnya. Langkah awal, kuras oli sok depan dan lanjutkan dengan pemeriksaan plunger, serta pegas spiral dalemannya. Untuk mengembalikan fungsi sok depan lebih bagus, ganti spiral, plunger. Untuk oli sok pakai rekomendasi pabrik, setiap tabungnya isikan 60 cc – 65 cc.

Harga bekas Suzuki Smash 110 cc
2003        : Rp. 5,5 juta
2004        : Rp. 6 juta
2005        : Rp. 6,5 juta
2006-2007: Rp. 7,2 juta

Harga Spare Part Suzuki Smash
Kampas rem depan Rp. 25.000
Kampas rem belakang Rp. 20.000
Kampas kopling Rp. 47.700/biji
Piston assy Rp. 89.400
Gir assy Rp. 115.800
Kabel gas Rp. 20.000
Kabel speedometer Rp. 13.000
Bearing roda depan Rp. 15.000
Bearing roda belakang Rp. 14.000

Harga spare part New Suzuki Smash baru
Head lamp Rp. 165.000
Cover head depan Rp. 69.700
Cover head belakang Rp. 14.000
Stang kemudi Rp. 88.200
Speedometer  Rp. 634.900
Front cover Rp. 77.300
Sein depan assy Rp. 59.800 per biji
Sayap depan Rp. 84.300
Spakbor depan Rp. 110.100
Behel Rp. 75.400
Lengan ayun Rp. 166.600