Monday, Nov 24th

Last update:11:54:00 AM GMT

You are here: OTOTEKNIK TUNEUP Yamaha Vega ‘99 Sidoarjo : PENGGANTI SANG LEGENDA?

iklan ototrend edisi

BEST KNALPOT

Yamaha Vega ‘99 Sidoarjo : PENGGANTI SANG LEGENDA?

User Rating: / 46
PoorBest 
Yamaha Vega ‘99  Sidoarjo : PENGGANTI SANG LEGENDA?

Yamaha Vega tergolong bebek paling irit dan lincah di kelas 105 cc. Namun berarti andalan garputala bermain di entry level itu tak bisa diajak berkarapan. Di tangan tuner-tuner kawakan Jepang Motor Sidoarjo, Vega dibuatnya jadi momok di lintasan adu kebut lurus.


”Pakai Vega buat dragbike justru menguntungkan. Part racingnya bisa dikanibal serta perawatannyapun terjangkau,” aku Agung Unyil joki team Jepang Motor. Untuk membuktikannya, Vega ini sengaja diseting buat menyaingi sosok Jupie Z legendaris milik team yang bermarkas di kawasan jalan Mayjend Sungkono, Sidoarjo.

”Bahkan, Vega ini bakal kita terjunkan di kelas bebek 4 tak 200 cc,” terang Doni Aqwinu, tunner sekaligus manajer tim Jepang Motor.

Makin lempeng di trek 201 M kompresi mesin Vega dipadatkan. Caranya kapasitas mesin didongkrak setelah piston Tiger berdiameter 62 mm dijejalkan ke ruang silinder Vega. Menghindari mesin overhead, ruang kompresi mesin Vega dibiarkannya standart.

”Untuk menciptakan kompresi pada dinding piston dibikin tinggi sekitar 1 mm. Bagian tepi piston juga dibubut keliling membentuk stupa. Khusus atap piston ditambahkan coakan 2 mm sebagai ruang gerak katup milik Tiger yang memiliki karakter sama dengan mesin Tiger,” urainya.

Kompresi gede diikuti oelh system kelistrikan yang sempurna. Hasilnya koil didaulat Doni milik YZ 125 yang ditopang oleh CDI BRT I Max.

Di bagian lubang masuk silinder, tunner yang juga mantan racer ini meremer keliling 1,5 mm berikut lubang buangnya agar sisa pembakaran terbuang sempurna. Sebagai pilihannya pipa knalpot free flow by NRP sebagai trik jitu.

”Desain lehernya lebih landai dan panjang dengan silincer cuma 19 cm. Filternya memakai model sarang tawon yang mampu memaksimalkan sisa pembakaran yang terbuang percuma,” ujar tunner yang bermarkas di kawasan Jalan Mayjend Sungkono Sidoarjo.

Noken as didesain gemuk dengan puncak noken lebih pendek dari orinya. Solusinya bagian in dan outnya dikepras 1,5 mm. Suplai gas segar dilayani Keihin SP 28. ”Agar sesuai kebutuhan ruang bakar, maka karbu kuseting main jet 118 dan pilot jet 68 untuk menghindari overheat,” sambungnya.

Makin deras campuran bahan bakar Avgas jelas mampu meraih tenaga di top speednya. Supaya makin ngacir di jarak 201 M dengan waktu 9,6 detik setelah perangkat gigi transmisi turut diubah. Komposisinya, gigi I memakai perbandingan 14/37, gigi II 16/27, gigi III 21/28 dan gigi IV memakai 22/23. Hasilnya gir depan belakang memakai 13-34.  :: Cand

Spek Modifikasi :
KARBU : Keihin PE 28, MAIN JET : 118, PILOT JET : 68, CDI : BRT I Max, KOIL : YZ 125, PISTON : Tiger, KNALPOT : NRP, TUNNER : Jepang Motor, Jl. Mayjend Sungkono, Sidoarjo.