Thursday, Jul 24th

Last update:11:36:57 AM GMT

You are here: OTOTEKNIK GUIDES KAWASAKI NINJA 250 VS SUZUKI INAZUMA 250

iklan ototrend edisi

KAWASAKI NINJA 250 VS SUZUKI INAZUMA 250

User Rating: / 48
PoorBest 

KAWASAKI NINJA 250 VS SUZUKI INAZUMA 250Kelas sport premium kembali diramaikan oleh kehadiran Suzuki Inazuma, yang juga bermain di kelas 250 cc. Tapi, kalau Ninja 250 bermain di segmen sport fairing, tapi Inazuma mengusung gaya naked bike. Keduanya juga menawarkan riding style yang berbeda, kalau Ninja 250 macam rider Moto Gp, lantaran lebih merunduk. Sedang Inazuma menawarkan sensasi menunggang sport touring, dengan postur yang bisa dipertahankan tegak.

 

Sipnya, penantang baru Ninja 250 ini juga ikut mengusung dua silinder. Kendati demikian,  kedua raksasa pabrikan Jepang ini, masing-masing diklaim memiliki nilai jual yang berbeda pada performa mesinnya. Berikut hasil pengujian power mesin keduanya di atas dynotest.  

KAWASAKI NINJA 250
Performa mesin bengis Ninja 250, mutlak hasil suport silinder cop yang dikawal dengan tekhnologi Double Over Head Cam atau DOHC. Mengoperasikan 8 katup yang terbagi in-ex, dengan durasi yang sama yakni 272 derajat untuk katup masuk dan buang.

Kelebihan dari nilai durasi cam shaft yang sama ini, lebih unggul mendongkrak akselerasi. Itu lantaran nilai kebocoran dari angka over lap cam shaft, sanggup diolah menjadi power yang liar di gasingan bawah. Sehubungan dengan makin meningkatnya kebutuhan gas segar yang dikompresikan. 
Sehingga lebih efektif mendongkrak tipikal mesin yang mengusung diameter silinder 62 mm dan stroke 41,2 mm dari dua silinder, dengan urutan pembakaran silinder 1-2. Artinya ketika rpm masih rendah, output power mesin dihasilkan lebih besar dan maksimal mengolah primer-skunder dengan perbandingan 23-71 dan 6 percepatan. 

Selain itu, sistem pengapian DC dengan spul 3 fase, juga diklaim lebih banyak berperan mendongkrak gasingan bawah, itu lantaran arus listrik yang dikonsumsi lebih besar sejak rpm rendah. Efek dari pemakaian 18 spul pembangkit arus listrik dan sanggup menyemburkan 19 Voltage saat 5000 rpm, yang diperuntukkan aki dan program CDI. Sehingga, respon gasingan bawah lebih agresif.

Cuman, pabrikan Kawasaki juga berusaha mereduksinya dengan pemakaian 2 lapis kopling juder dalam susunan kampas kopling. Ditujukan agar biker yang baru saja naik Ninja 250, lebih mudah beradaptasi.

Dan lagi, ciri khas pengapian DC spull 3 fase menganut timing pengapian advance. Misal, saat rpm mesin berada di 1300, timing pengapian di 10 derajat sebelum TMA. Selanjutnya jadi melambat di 35 derajat sebelum TMA, ketika menuju di rpm 4000. Kondisi demikian ini, sensasi perolehan speed yang produktif dan peak power yang panjang jadi lebih terasa.

Suplai gas segar disuport Keihin CVK 30 mm berjumlah 2, diseting cenderung mengoptimalkan gasingan bawah. Lewat pemakaian main jet 100 dan pilot jet 38. Sipnya, kontur intake manifoldnya optimal menstabilkan tekanan gas segar. Sehingga pada kecepatan medium dan top speed, tetap lebih agresif, kendati perbandingan kompresinya rendah di angka 11,6 : 1.

Gasingan menengah yang agresif juga efek dari pemakaian engine balancer yang digerakkan langsung oleh as kruk, dengan perantara drive gear dan driven gear. Dalam konteks ini, getaran mesin juga sukses diredam. Dengan maksud yang sama, getaran mesin yang makin minim ini juga pengaruh dari penempatan rantai camrat terpasang di sisi kanan.

SUZUKI INAZUMA 250
Sedikit berusaha tampil lebih, maka pada produk andalan Suzuki di level premium ini, pabrikan Suzuki berusaha tampil lebih sempurna. Dengan pemakaian piranti injeksi. Untuk menghasilkan tenaga yang maksimal, maka beberapa sensor turut dicangkok disini.

Terdiri dari  sensor intake air pressure, intake air temperature, crankshaft position, throtle position, various dan HO2 sensor. Agar kecepatan semburan nozle tetap sejalan dengan kebutuhan mesin 250 cc, maka ikut dicangkoknya fuel pump dan pressure regulatornya di dalam tangki. Sedang, konsumsi kebutuhan udara serta sensor tekanan udara dilayani throtle body dengan spesifikasi 26 mm, gawean Mikuni, serta disuport injector produk Mitsubishi. 

Kendati kapasitas mesin Inazuma 250 cc, tapi pabrikan Suzuki melengkapinya dengan Idle Speed Control (ISC), yang mekanisnya hasil data aktual putaran mesin, engine coolant temperature dan tekanan atmosfir. Dan ISC ini diklaim sanggup melayani putaran mesin idle di rpm 1400 – 1500, sehingga masih cocok saat diaplikasi masyarakat metropolis.

Piranti pengapian mengusung electronic ignition transistorized, yang diriset untuk mendongkrak gasingan bawah. Lewat pemakaian timing pengapian rapat di 10 derajat BTDC saat di rpm 1400. Alhasil, meskipun tongkrongan touring dengan angka perbandingan kompresi yang rendah di angka 11,5 : 1, tapi akselerasi gigi 1 sampai 4 agresif. Itu lantaran perbandingan gigi rasio 1 sampai 4 menganut close, dengan perbandingan 1(29-12), 2(26-17), 3(26-22), 4(24-23).

Suport lain juga diperoleh dari makin minimnya Brake Horse Power, efek pemakaian metal atau crankshaft journal bearing. Alhasil, naiknya rpm makin ringan dan optimal menghasilkan torsi maksimal untuk menghela gigi 5(20-22) dan 6(21-26). Tapi, secara pemakaian gigi 5 dan 6 cenderung power lebih stand by dan padat merayap.

Itu juga hasil dari kontribusi crank balancer weight, yang ditujukan untuk memaksimalkan momen as kruk, sehubungan dengan kekosongan momen puntir yang diterima as kruk. Hal ini juga berdasar dari tipikal mesin yang menganut long stroke, dengan diameter silinder 53,5 mm dan stroke 55,2 mm, dengan urutan pembakaran 1-2. Alhasil, pas untuk konsumsi touring, dengan gaya pemakaian di top speed dengan waktu lama.  

Sisi lain, tekhnologi silinder cop, masih memakai single over head cam (SOHC). Diriset dengan pemakaian diameter katup yang cenderung meningkatkan efesiensi volumetrik pada variabel rpm. Sehingga diklaim lebih minim tingkat gesekannya, serta data debit gas segarnya lebih aktual diketahui untuk mempermudah proses seting.


KESIMPULAN
Urusan power mesin, pada prinsipnya keduanya konsumsi touring. Sebab, sama-sama fokus menghadirkan power di top speed, serta persamaan dipakainya balancer weight, sebagai penunjang performa mesin saat kebutuhan di top speed.

Sisi lain, perolahan Hp maksimal Inazuma sukses mengakumulasi 23,8 Hp saat di 8639 rpm. Sedang Ninja 250, Hp maksimalnya 28,1 Hp, cuman diperoleh di gasingan lebih tinggi, yakni di 11.330. Artinya, urusan akselerasi Inazuma lebih lembut kurva peningkatan powernya dibanding Ninja 250 yang cukup drastis meningkatnya. Dalam konteks ini, Ninja 250 lebih agresif akselerasinya dan Inazuma smooth, jadi sesuai dengan roh dan segmen yang dibidik. 

Tapi, urusan torsi maksimal Inazuma sanggup menghasilkan 20,77 Nm saat 7294 rpm. Sementara Ninja 250 torsi maksimalnya 18,54 Nm dan mulai dicapai saat 9970 rpm. Maka, kalau dikonversi ke kecepatan, Inazuma lebih agresif di gasingan menengah ke atas. Sedang, gasingan atas Ninja 250 akan jalan saat dikawal dengan rpm lebih tinggi.

Artikel Terkait !
MEMILIH TANGKI SPORT DAN RETRO CUSTOM
Tema modifikasi sport nuansa retro macam minor fighter, cafe racer dan CB Monster lagi bejibun. Anta
MENGENALI DAN MERAWAT GIR DAN RANTAI
Gir dan rantai mempunyai peran yang cukup vital buat dukung kinerja motor. Terlebih lagi, piranti in
MASALAH & SOLUSI UPGRADE TAPAK & KAKI MATIK
Kaki berikut tapakya mutlak diupgrade ketika modifikasi matik. Modif instant demikian ini tak hanya
PERAWATAN & PEMILIHAN BAN TUBELESS
Dunia modifikasi makin berkembang pesat, seiring dengan perkembangan motor sport di tanah air yang m
MODIF STREET FIGHTER NEW V-IXION & CB 150 R
Kedua sport bike ini layak menjadi best sellernya pabrikan Yamaha dan Honda, sebab keduanya memiliki

Comments  

 
-1 #5 Iskandar 2014-05-04 03:16
Sory salah ketik...yg betul www.dealermotorsuzuki.com
Thx
Quote
 
 
+1 #4 Iskandar 2014-05-04 03:13
Suzuki Inazuma lebih nyaman untuk touring krn posisi stang yg tidak terlalu membungkuk dan kapasitas radiator yg lebih besar sehingga mesin tetap dingin walau di bawa jarak jauh...buat agan2 di jabodetabek yg minat dg motor special ini bisa silahkan mampir di www.dealermotorsuzjki.com

Thx to admin
Quote
 
 
0 #3 dhika 2014-02-04 11:55
Sebagai pengguna F150R,SUZUKI memang tidak terlalu mencolok untuk urusan balap....namun dengan tenaga Ninja 250 yg standar,Satria f sebetulnya mampu mengasapi N250 tsb dg sdikit perubahan,yakni dengan mengganti camsaft EX dengan camsaft IN,so camsaft pake IN dan IN,shim pun d rubah sedikit,selebih nya cukup dengan pengapian dr CDI,koil,busi.....sudah terbukti !!!!!
Quote
 
 
0 #2 chandra 2013-11-18 07:31
Bukti ketangguhan dan kualitas, SUZUKI way of life :lol:
Quote
 
 
-1 #1 rudi 2013-09-21 06:01
Mantap infonya, banyak yg masuk... laanjoot bro
Quote
 

Add comment

BICARALAH! sebelum bicara itu dilarang.
TERIMAKASIH bila komentar-pertanyaan disampaikan secara BAIK dan TEPAT.


Security code
Refresh