Monday, Nov 24th

Last update:11:54:00 AM GMT

You are here: OTOTEKNIK TUNEUP KEJAR AKSELERASI BOBOK DAN PANGKAS ROTOR MAGNET

iklan ototrend edisi

BEST KNALPOT

KEJAR AKSELERASI BOBOK DAN PANGKAS ROTOR MAGNET

User Rating: / 48
PoorBest 
KEJAR AKSELERASI BOBOK DAN PANGKAS ROTOR MAGNET

Kelas Satria-F 150 standar mulai banyak diminati oleh komunitas drag bike. Buat tim pemula, kelas ini paling murah. Tapi buat turun di drag bike, tipikal power mesin Satria-F mesti dibalik dulu.

“Yakni pada durasi noken as, untuk didesain ulang angka over lap dengan prinsip dilebarkan. Itu sama halnya dengan mendesain ulang durasi noken as menjadi 285 derajat, untuk noken katup masuk dan buang,” tutur Afan tuner sekaligus pemilik tim Afan AHRS Jombang. 

“Baru angka over lap bisa disajikan menjadi 32 derajat,” terang Afan. Konsumsi gas segar yang dikompresikan jadi banyak kebocoran, dengan begitu rpm mudah dikail lebih tinggi.

Suport pengapian dari CDI Suzuki Rider 150 juga penting dimanfaatkan limit rpm-nya, sebab lebih tinggi hingga tembus 10.500 rpm dengan cara pick up coil pada rotor magnet sisi depan ditambal 2 mm pakai bobok las listrik dan sisi belakang dipangkas 2 mm.

Hal ini sama halnya dengan memindah forsir power mesin jauh lebih banyak terkuras di gasingan bawah, sebab timing pengapian jadi lebih maju. Tekanan kompresi juga serius diriset lewat pemangkasan silinder cop 2,5 mm.

Berikut dengan pemangkasan bibir atas blok silinder 2,2 mm. Top piston jadi lebih presisi dengan bibir silinder. Asumsinya, space katup pada crown piston jadi dicoak ulang dengan kedalaman 3,5 mm.

Modal dari sini rpm tinggi enteng dikail, klop buat mensuport transfer power mesin ke roda. Sistem transfer power mesin juga dibenahi, untuk mengatasi selip, Afan mengatasi lewat pemakaian 5 lembar kampas kopling special engine Suzuki RM-125 dan dipadu pegas kopling kompetisi dengan dimensi lebih tinggi 4 mm.  

Suplai gas segar dilayani Mikuni BS 26 mm dengan kondisi venturi dibesarkan 1,5 mm, hingga lubang intake manifold dengan kikis rata kulit jeruk. Setingan trek 201 meter, main jet ketemu 125 dan pilot jet 25. Sedang bagian lubang buang diremer jadi 3,5 mm dilanjutkan pemakaian knalpot standar Satria-F, yang dibobok sekat sarangan bagian depannya.

Menanggapi bawaan gigi 1 yang mesti ringan, maka final gear diseting ringan ukuran 13-45.  Dengan korekan simpel ini hasil nya cukup memuaskan. Sebab dari 4 joki (Johan Timothy, Urip Tiwel, Adit Bengkulu dan David Kancil) yang join menunggang motor ini sukses di podium 1, 2, 3 dan 4, dengan waktu terbaik 9,5 detik. | pid

SPEK KOREKAN
Final gear : 13-45 | Main jet : 125 | Pilot jet : 25 | CDI : Suzuki Raider 150 | Silinder cop : Pangkas 2,5 mm | Blok silinder : Pangkas 2,2 mm | Knalpot : Bobok sekat depan