|

Interior
Ruang kabin yang sempit ternyata harus didesain ulang. Warna
merah dipilih mendominasi daerah ini. Sepasang jok Recaro elektrik
terlihat berpasangan ditemani setir Isotta serta shif knob Momo.
Biar lebih serasi, maka handbrake Momo warna merah terpajang di
antara jok. Pedal set Isotta menambahkan kesempurnaan pernak-pernik
racing. Sedangkan dipilar A, terpajang Tachometer merk Auto Gauge
beserta indikator semerk.
Audio
Urusan hiburan telinga, head unit Alpine CDA 9815 menjadi
perangkat pertama yang dipasangkan. Power Orion 800.4 menjadikan
tendangan sepasang woofer Orion Cobalt 10 lebih mantap.
Speaker Reinance sebanyak 2 set dengan Equalizer PPI menjadikan
suara menjadi lebih sempurna.
Mesin
Masalah dapur pacu nggak banyak diutik. Dibawah kap mesin
ini cuman terlihat kabel busi Hurricane yang menancap di Busi
Varso. Sedangkan untuk kalpot menggunakan Remus.
Eksterior
Pengerjaan pertama difokuskan pada body kit beraliran custom
sekaligus wide body. Desain yang diberikan Asen, juragan rumah
modifikasi Sukses Jaya ternyata langsung disetujui oleh ortu Fadil
yang juga ketua Club Hi-Tech Samarinda. Pengerjaan pun dilakukan
yang kemudian diteruskan dengan pengecatan.Warna Monza Red dari
Spies Hecker dikerjakan di bengkel MKS Samarinda. Menunggu waktu
2 minggu, maka velg Lenzo S7 18 berbalut Toyo Proxes 215/35/R18
pun langsung dipasangkan. Untuk peredam bantingan, dipercayakan
pada per H&R yang dikawinkan dengan sokbreker standarnya.
|