|
Tim Panasonic Toyota Racing muncul lagi di tahun keempatnya
di Grand Prix Formula 1 dengan menelurkan Toyota TF105.
Mobil ini dilaunching di stasiun kereta legendaris "Estacio
de Franca" Barcelona Spanyol (9/1) minggu lalu.
Tentu
saja, buka baju TF105 ini sangat berarti buat Toyota. Pasalnya,
musim ini petinggi Toyota menargetkan bisa menapak ke podium
kemenangan. "Target terakhir adalah menang di Formula
1," seru Tsutomu Tomita, team principal Toyota.
Mobil
gress ini mengalami perubahan signifikan, sesuai regulasi
teknis 2005. Otak kreasinya dipimpin dua orang top yakni
Mike Gascoyne dan Luca Marmorini yang menggawangi direktur
teknis untuk mesin dan sasis.
Memang,
secara kasat mata tampilannya nggak terlalu berubah frontal
tetapi sangat mencolok jika diamati di sektor sasis dan
aerodinamika. " Terutama bagian sayap depan, sayap
belakang dan diffuser berubah total," bilang Mike Gascoyne,
direktur teknis Toyota.
Perubahan
bagian ini harus digarap Toyota karena regulasi aero 2005
membuat downforce mobil berkurang sekitar 25%. Tetapi seluruh
anggota tim Toyota yakin jika performa TF105 bisa dimaksimalkan
karena Toyota menggunakan seluruh kapasitas dan manufaktur
di mabes Cologne, terutama memanfaatkan wind tunnel berskala
50%.
Yang
jelas, Toyota menapak musim 2005 dengan memfokuskan diri
pada pengembangan sumber daya internal dan operasional untuk
ningkatin efisiensi di mabe Cologne Jerman.
Squad Toyota pun cukup mumpuni dengan hadirnya Jarno Trulli
dan Ralf Schumacher. Jika digabungkan, duet anyar Toyota
ini punya pengalaman 257 grand prix. Jadi, sangat berperan
untuk
ngembangin Toyota TF105. Selain itu, Toyota juga merekrut
Olivier Panis dan Ricardo Zonta. Jarno Trulli direkrut dari
tim Renault dua seri terakhir musim 2004, jadi punya persaingan
dan adaptasi cepat dengan Toyota.
Perubahan
bagian ini harus digarap Toyota karena regulasi aero 2005
membuat downforce mobil berkurang sekitar 25%. Tetapi seluruh
anggota tim Toyota yakin jika performa TF105 bisa dimaksimalkan
karena Toyota menggunakan seluruh kapasitas dan manufaktur
di mabes Cologne, terutama memanfaatkan wind tunnel berskala
50%.
Yang
jelas, Toyota menapak musim 2005 dengan memfokuskan diri
pada pengembangan sumber daya internal dan operasional untuk
ningkatin efisiensi di mabe Cologne Jerman.
Squad Toyota pun cukup mumpuni dengan hadirnya Jarno Trulli
dan Ralf Schumacher. Jika digabungkan, duet anyar Toyota
ini punya pengalaman 257 grand prix. Jadi, sangat berperan
"Saya
gabung dengan Toyota karena tim ini punya potensi, dan realistis
saja tim ini bisa menohok," ketus Trulli. Sedangkan
Ralf Schumacher mulai mencicipi kokpit Toyota sejak November
2004 di Barcelona dan hasil testnya cukup impresif. n punk
|