selamat datang di ototrend.com
edisi 292
 
minggu ke-II November 2006
formula1
                   

GP MONAKO
ALONSO raja monako

Tim Panasonic Toyota Racing muncul lagi di tahun keempatnya di Grand Prix Formula 1 dengan menelurkan Toyota TF105.

 

 

 

Tim Panasonic Toyota Racing muncul lagi di tahun keempatnya di Grand Prix Formula 1 dengan menelurkan Toyota TF105. Mobil ini dilaunching di stasiun kereta legendaris "Estacio de Franca" Barcelona Spanyol (9/1) minggu lalu.

Tentu saja, buka baju TF105 ini sangat berarti buat Toyota. Pasalnya, musim ini petinggi Toyota menargetkan bisa menapak ke podium kemenangan. "Target terakhir adalah menang di Formula 1," seru Tsutomu Tomita, team principal Toyota.

Mobil gress ini mengalami perubahan signifikan, sesuai regulasi teknis 2005. Otak kreasinya dipimpin dua orang top yakni Mike Gascoyne dan Luca Marmorini yang menggawangi direktur teknis untuk mesin dan sasis.

Memang, secara kasat mata tampilannya nggak terlalu berubah frontal tetapi sangat mencolok jika diamati di sektor sasis dan aerodinamika. " Terutama bagian sayap depan, sayap belakang dan diffuser berubah total," bilang Mike Gascoyne, direktur teknis Toyota.

Perubahan bagian ini harus digarap Toyota karena regulasi aero 2005 membuat downforce mobil berkurang sekitar 25%. Tetapi seluruh anggota tim Toyota yakin jika performa TF105 bisa dimaksimalkan karena Toyota menggunakan seluruh kapasitas dan manufaktur di mabes Cologne, terutama memanfaatkan wind tunnel berskala 50%.

Yang jelas, Toyota menapak musim 2005 dengan memfokuskan diri pada pengembangan sumber daya internal dan operasional untuk ningkatin efisiensi di mabe Cologne Jerman.
Squad Toyota pun cukup mumpuni dengan hadirnya Jarno Trulli dan Ralf Schumacher. Jika digabungkan, duet anyar Toyota ini punya pengalaman 257 grand prix. Jadi, sangat berperan

untuk ngembangin Toyota TF105. Selain itu, Toyota juga merekrut Olivier Panis dan Ricardo Zonta. Jarno Trulli direkrut dari tim Renault dua seri terakhir musim 2004, jadi punya persaingan dan adaptasi cepat dengan Toyota.

Perubahan bagian ini harus digarap Toyota karena regulasi aero 2005 membuat downforce mobil berkurang sekitar 25%. Tetapi seluruh anggota tim Toyota yakin jika performa TF105 bisa dimaksimalkan karena Toyota menggunakan seluruh kapasitas dan manufaktur di mabes Cologne, terutama memanfaatkan wind tunnel berskala 50%.

Yang jelas, Toyota menapak musim 2005 dengan memfokuskan diri pada pengembangan sumber daya internal dan operasional untuk ningkatin efisiensi di mabe Cologne Jerman.
Squad Toyota pun cukup mumpuni dengan hadirnya Jarno Trulli dan Ralf Schumacher. Jika digabungkan, duet anyar Toyota ini punya pengalaman 257 grand prix. Jadi, sangat berperan

"Saya gabung dengan Toyota karena tim ini punya potensi, dan realistis saja tim ini bisa menohok," ketus Trulli. Sedangkan Ralf Schumacher mulai mencicipi kokpit Toyota sejak November 2004 di Barcelona dan hasil testnya cukup impresif. n punk


SAUBER PETRONAS C-24
Tanpa Launching

Pertama kali menyelenggarakan seri GP, tentu saja butuh orang yang pengalaman di semua sektor.

Nggak mau ketinggalan dengan Toyota, tim Sauber Petronas merilis mobil terbaru Sauber C25 yang diturunkan musim ini. Rencananya, acara launching digelar di Kuala Lumpur, tetapi gala launchingnya akhirnya dibatalkan untuk menghormati korban tsunami. Meski nggak dilaunching besar-besaran, mobil Sauber C24 ini langsung digenjot di sirkuit Valencia oleh Felipe Massa dan Jacques Villeneuve.

Tampang mobil baru Sauber ini memang berubah, terutama sektor aerodinamika yang disesuaikan regulasi baru 2005. "Aturan baru membuat kita mesti mengubah seluruh komponen aerodinamika," bilang WillyRampf. Karena itulah, bagian C24 paling dirombak total adalah sidepod dan bodywork belakang, tetapi tongkrongannya tetap harmonis dan kompak.

Bentuk sidepodnya sendiri cukup mungil, melengkung seperti kurva, bahkan mirip dengan sidepod Toyota TF105. Model ini diinspirasi dari model sidepod Renault R24 tahun lalu, tetapi tidak sama persis. Pastinya, mobil pengembangan terbaru Sauber ini cukup evolusioner. Mesinnya ditopang oleh mesin Ferrari V10 yang dilabeli Petronas 05A, tetapi dipadukan girboks bikinan sendiri, yang lebih ringan, kuat dan kompak.

Yang paling baru, Sauber menggandeng Michelin sebagai pemasok ban. Jadi, bakal kelihatan sekali perbedaan saat memakai Bridgestone dengan Michelin. Yang jelas, dua driver Sauber mengaku optimis di balik setir Sauber C24. "Selama test akhir tahun lalu, hasilnya sangat impresif," bilang Jacques Villeneuve.
n punk

   
© 2002 ototrend.com ototrend® is a registered trademark
and the ototrend logo are trademarks of pt media oto indonesia, jawa pos