selamat datang di ototrend.com
edisi 159
 
minggu ke-1 April 2004
formula1
                   

PREVIEW GP BAHRAIN
Aspal baru jawara baru ?

Meski muncul isu bakal ditunda karena pengelola takut pengerjaan sirkuit tak selesai, GP Bahrain yang digelar di sirkuit Sakhir jalan terus.

 

 

 

Meski muncul isu bakal ditunda karena pengelola takut pengerjaan sirkuit tak selesai, GP Bahrain yang digelar di sirkuit Sakhir jalan terus. Hal ini ditegaskan oleh Bernie Ecclestone, boss F1.

Ajang perdana di Bahrain ini pun sangat menantang semua tim dan pembalap, sebelum bentrok tradisional secara berurutan di sirkuit Eropa bulan depan. Bagi tim seperti BMW WilliamsF1, membalap di timur tengah seperti punya kesempatan merenggut sponsor Arab, seperti era 70-an.

Bagi Montoya yang finish runner up di Sepang, meraih point di Bahrain sangat penting tetapi juga sulit. “Membalap di sirkuit baru benar-benar tantangan, tapi juga menarik,”tukasnya.
Soalnya, cuaca kemungkinan sangat panas dan kelembaban rendah. Selain itu, karena baru dipakai pertama, perlu penyesuaian dengan aspal baru. Apalagi kondisi permukaan lintasan masih belum diketahui karakteristiknya.

Dan paling ditakutkan Williams adalah batu kerikil. Ini terjadi di mobil Ralf Schumacher saat mesinnya ambrol karena air filternya rusak kena kerikil. “Moga tak ada badai pasir dan batu di Bahrain,”celetuk Sam Michael, chief operations engineer WilliamsF1.

Yang jelas, sirkuit Bahrain dirancang agar balapan menarik. Dua belas tikungan rata-rata sangat cukup twisty, tetapi terdapat 3 trek panjang untuk overtaking.

Uniknya, tiap tim bakal kesulitan menentukan strategi karena rata-rata belum melakukan test di Sakhir. Bahkan berapa waktu yang dibutuhkan untuk pit stop pun belum diketahui. Kesulitan lainnya, tiap tim bakal kekurangan data trek sebelum melakukan simulasi dan test, terutama akurasi data sirkuit dan setelan ban terbaik.

Tetapi kondisi ini menguntungkan bagi tim-tim yang melakukan test hari jumat seperti Jaguar, Jordan atau Toyota karena bisa mengoleksi data lebih banyak. Tim Jaguar berencana menurunkan Bjorn Whirdeim sepanjang sesi test Jumat secara maksimal.

Tim-tim papan atas lain ? Ferrari seperti biasa menghabiskan waktu hingga hari-hari terakhir sebelum bertolak ke Bahrain. Ferrari melakukan testing F2004 terakhir kalinya di sirkuit Fiorano dengan test driver Luca Badoer. Driver Italia ini mencatat fastest lap 1 menit 03,575 detik.

Bahkan Ferrari cukup konfiden meski balapan digelar di sirkuit baru yang buta karakteristik.
Soalnya, Ferrari terbukti tak tertandingi di dua seri awal. Bahkan di Sepang lalu, kecepatan F2004 geberan Michael Schumacher sangat fantastik. Pole time Schumacher lebih cepat 4 detik dari pole tim Alonso di GP Sepang 2003. Di trek lurus Sakhir yang mencapai 1050meter dan perkiraan waktu 1 menit 33 lap, F2004 mungkin bisa lebih cepat.

:: punk


SALMANIYA MEDICAL COMPLEX
Butuh 200 dokter

Pertama kali menyelenggarakan seri GP, tentu saja butuh orang yang pengalaman di semua sektor.

Pertama kali menyelenggarakan seri GP, tentu saja butuh orang yang pengalaman di semua sektor. Tim Medis misalnya, harus menyiapkan 200 orang dokter, paramedis dan staf pendukung lainnya. Bahkan 200 orang ini sudah lebih dari 15 kali menyelenggarakan training di sirkuit

Sakhir, terutama petugas medis yang ditempatkan di beberapa titik sirkuit untuk memberikan pertolongan pertama. Medical Center sirkuit Sakhir sendiri diberi nama Salmaniya Medical Complex yang dipimpin dr. Brazzim Mirza. Tentu saja, fasilitasnya cukup lengkap, mulai dari kamar bedah/operasi hingga helipad.

Sedangkan untuk petugas lintasan, Bahrain mendapatkan dukungan dari Australia, Austria dan Perancis dengan total 500 orang track marshall. n punk

   
© 2002 ototrend.com ototrend® is a registered trademark
and the ototrend logo are trademarks of pt media oto indonesia, jawa pos