selamat datang di ototrend.com
edisi 382
 
minggu ke-2 Agustus 2008
FORMULA
                   

GP HUNGARIA
KOVALAINEN SUPER BERUNTUNG

Nama Heikki Kovalainen memang tidak terlalu bersinar seperti Lewis Hamilton. Sama-sama sebagai rookie tahun lalu, Heikki tidak meraih kemenangan satu pun bersama Renault '07.

Foto : Motorsport

 

 

Nama Heikki Kovalainen memang tidak terlalu bersinar seperti Lewis Hamilton. Sama-sama sebagai rookie tahun lalu, Heikki tidak meraih kemenangan satu pun bersama Renault '07.

Sebaliknya, Lewis jadi rising star di McLaren, meraih banyak rekor. Tahun ini, mereka diduetkan di satu tim, tetap saja Lewis terkesan lebih greng ketimbang Heikki. Tapi, di GP Hungaria 2008 yang digelar di pekan silam, ada hal yang tidak dimiliki oleh Lewis Hamilton, keberuntungan.

Padahal, Heikki membalap tanpa ambisi tinggi, terkesan biasa dan main aman, beda dengan Lewis dan Felipe Massa yang selepas start langsung ngacir. Hingga 15 lap pertama, Massa bahkan melesat sendirian di depan, disusul Lewis, Kovalainen dan Timo Glock, driver Toyota yang menunjukkan aksi bagus di Hungaria. Start grid 8 tapi bisa mempertahankan posisi empat hingga pertengahan lomba.

Di lap 18, Massa jadi pemicu pitstop pertama, disusul langung Robert Kubica dan beberapa pembalap lain. Posisi pun sedikit berubah, karena pembalap McLaren lebih lama berada di lintasan. Saat semuanya menyelesaikan pit stop pertama, posisi balapan tidak banyak berubah.

Massa di depan, disusul Lewis, Heikki, Glock, Alonaso serta Kimi.
Sepertinya, hasil akhir GP Hungaria bakal sama karena tiap tim menerapkan startegi sama, yakni dua kali pit stop meskipun jadual pitstop mereka berbeda-beda.

Insiden yang membuat result menjadi sebuah drama adalah kempesnya ban kiri depan mobil Lewis di lap 41. Mau tidak mau, Lewis masuk pitlane untuk mengganti ban. Selepas pit exit, posisinya pun melorot. Berurutan, Kovalainen, Glock, Alonso, Kimi dan sisanya naik strip.

Selepas jadual pit stop kedua, posisi balapan tetap tak berubah. Sebaliknya, Lewis bisa memperbaiki kecepatan, posisi naik dari sembilan di lap 49 tapi berurutan naik ke tujuh, di belakang Alonso. Empat lap terakhir, Lewis bisa mengovertake Alonso. Sementara, Raikkonen sangat berpeluang naik podium karena setelah pitstop kedua bisa keluar pas di belakang Glock.

Hanya saja, konsistensi Glock rada menyulitkan Kimi. Timo bisa mengatasi tekanan Kimi selama 12 lap lebih.

Nah, kesialan Massa justru terjadi di lap 67. Ferrari miliknya terbakar yang membuatnya DNF, sehingga Kovalainen pun mendapatkan durian runtuh, memimpin balapan yang tinggal tiga lap. Hasil akhir pun bisa ditebak, Kovalainen finish teratas sekaligus membukukan kemenangan pertamanya di kancah F1, disusul Timo Glock dan Kimi Raikkonen. Lewis, masih sempat finish lima besar.

Dengan hasil ini, Lewis tetap memimpin klasemen sementara driver, totalnya 62 poin diraih. Sebaliknya, Massa terlempar ke tiga besar. Sedangkan Kimi naik strip ke posisi dua dengan total 57 poin, berkat tambahan 6 poin donasi finish posisi empat. n punk


Septya Yuriko Kaeng
PEGOKART CILIK JAWARA KADET

Jawara kelas cadet 7-9 tahun skala nasional boleh dibilang milik Jatim. Prestasi ini yang diukir oleh Septya Yuriko Kaeng, bocah kelahiran Surabaya 25 september 99.

Jawara kelas cadet 7-9 tahun skala nasional boleh dibilang milik Jatim. Prestasi ini yang diukir oleh Septya Yuriko Kaeng, bocah kelahiran Surabaya 25 september 99. Sejak kelas 3 SD tahun 07, bakat Riko sapaannya memang sudah terlihat saat berlaga di renthal go-kart di PTC, Surabaya.

Dari situ pula Jefry Kaeng TP bokap Riko, mencoba membawa Riko bermain di sirkuit resmi, dengan mesin gokart jenis CRG khusus buat anak-anak. Setelah 4 bulan berlatih di Kenjeran, Jefry pun mencoba menaikkan level pacuan Riko, dengan performa juga lebih meningkat. Lewat mesin gokart jenis Kosmic, untuk turun di kelas cadet.

Tanpa pembelajaran dari seorang instruktur Riko pun mampu melahap lintasan Kenjeran dengan catatan waktu fantastis di atas Kosmic. Yakni berkisar 55 detik, racer nasional Hendriansyah saja di atas Suzuki RG-Sport nya sempat 38 detik. Gaya memilih racing line saat berlaga di renthal gokart PTC pun diterapkannya.

Beberapa pihak yang terjun duluan di balap go-kart ini pun tertarik dengan skill Riko. Dan selanjutnya bakat alami Riko itu di coba di even resmi. Tak salah lagi prediksi pengamat gokart waktu itu, prestasi demi prestasi pun disabet pegokart yang memakai helm Arai dan sepatu Sparco itu, diberbagai even khususnya seri Kejurnas dan seri Asean Chalenger Open Karting (ACOK). Alhasil nama Jatim, khususnya Surabaya pun dibuat harum di skala even gokart nasional. n pid

 

© 2002 ototrend.com ototrend® is a registered trademark
and the ototrend logo are trademarks of pt media oto indonesia, jawa pos